Friday, September 23, 2016

Sebenarnya Ujian Terberat bagi Nabi Ibrahim AS Bukanlah ketika Beliau akan dibakar oleh Kaumnya

Sebenarnya ujian terberat bagi Nabi Ibrahim AS bukanlah ketika beliau akan dibakar oleh kaumnya. Bagi beliau, dibakar justru akan mempercepat pertemuannya dengan Tuhannya yang selama ini dirindunya.

Ujian terberat sebenarnya adalah ketika para malaikat datang satu-persatu menawarkan bantuan.

Malaikat pengatur air datang dan menawarkan bantuan, "Wahai Ibrahim, kalau kamu mau, aku bisa kirimkan air yang akan memadamkan api itu."

Malaikat pengatur angin datang dan menawarkan bantuan, "Wahai Ibrahim, kalau kamu mau, aku bisa melenyapkan api itu dengan angin."

Namun jawaban Nabi Ibrahim hanya satu, "Tidak. Aku tidak perlu kalian semua. Cukuplah Allah bagiku dan penolongku."

Hingga akhirnya Malaikat Jibril pun datang menawarkan bantuan, "Apakah kamu punya permintaan, wahai Ibrahim?"

Jawaban Nabi Ibrahim tidak berubah, "Kalau dari kamu tidak ada."

Malaikat Jibril menjawab, "Kalau begitu mintalah kepada Tuhanmu."

Lalu Nabi Ibrahim bermunajat kepada Allah:

لا إله إلا أنت سبحانك رب العالمين لك الحمد ولك الملك لا شريك لك

"Tiada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau wahai Tuhan semesta alam. Hanya milikmu segala puji dan hanya milik-Mu seluruh kerajaan. Tiada sekutu bagi-Mu."

PESAN

Banyak orang lulus dalam ujian kesusahan, tapi sedikit orang yang lulus dalam ujian kesenangan. Padahal kesusahan dan kesenangan, kedua-duanya adalah ujian dari Allah untuk membuktikan apakah kita masih selalu ingat kepada-Nya, ataukah kita sudah lupa terhadap-Nya.

Sumber: Tafsir Al Baghawi.

:earth_asia: Sumber channel di Telegram: @NasehatUlama

Previous
Next Post »

Post a Comment