Friday, September 23, 2016

WANITA LANGIT

Zun Nun al-Mishri bercerita:
Saya pernah tawaf kemudian mendengar suara rintihan sedih, ternyata seorang wanita sedang menempel pada dinding Ka'bah sambil bermunajat. Saya mendengar kata-katanya sampai-sampai saya ikut menangis.

Tiba-tiba sebuah kalimat yang ia ucapkan membuat saya kaget. Ia mengatakan, "Wahai Tuhanku, demi cinta-Mu padaku, ampunilah dosa-dosaku."

Saya merasa berat mendengar kalimat itu. Lalu saya menegurnya, "Wahai wanita, apakah tidak cukup bagimu mengucapkan 'demi cintaku pada-Mu' bukan 'demi cinta-Mu padaku'?"
Dia menjawab, "Pergi kamu wahai Zun Nun. Apa kamu tidak tahu bahwa Allah punya sekelompok hamba yang Dia mencintai mereka sebelum mereka mencintai-Nya? Apa kamu tidak pernah mendengar ayat ini:
فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ المائدة: 54
Allah akan datangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka juga mencintai-Nya. Al Maidah: 54.
Jadi cinta-Nya telah mendahului cinta mereka."

Saya terkejut, "Tapi dari mana kamu tahu kalau aku Zun Nun?

Dia menjawab, "Wahai pejuang, hati ini telah terbang ke ruang rahasia sehingga ia bisa mengenalimu."
Kemudian dia menyuruhku menengok ke belakang, "Lihatlah sesuatu di belakangmu."
Aku pun menengok ke belakang. Ketika kuputar kembali wajahku, aku tidak melihatnya lagi. Entah langit yang mencabutnya atau bumi yang menelannya.

Previous
Next Post »

Post a Comment